Analisis SWOT Pandemi corona (Covid19) di indonesia
Hallo Assalamualaikum warahamatullah teman- teman🤗..
selamat datang kembali di blog aku. Oh iya gaes...hemmm😔.....sekarang ini kan sedang ramai-ramainya covid 19🙄...buat kaliann semuaa jangan dulu keluar rumah dulu deh ya..mari kita mencegah dengan melakukan hal-hal kecill..yaa setidaknya kita stay@home dulu, karena stay@home ini salah satu pencegahan awal untuk diri sendri dan orang lain.
Yupss..karena yang lagi buming sekarang virus corona atau covid19..nahhh kali ini aku mau kasih sedikit ulasan baru nih di blog aku kali ini eheheh yaitu " tentang Analidis SWOT Pandemi Corona (covid19) yang terjadi saat ini di indonesia".
Analisis SWOT Tentang Pandemi Corona (covid19) Di Indonesia yang dikaitkan dengan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan.
BAB 1
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah..puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat serta inayah-Nya kami senantiasa bisa menyelesaikan tugas Analisis SWOT Pandemi covid19 ini dengan lancar dan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Solawat beserta salam selalu tercurah limpahkan kepada baginda nabi besar Muhammad Saw, yang mudah-mudahan kita mendapatkan syafaat-Nya di yaumil akhir nanti.
Makalah ini saya buat dalam rangka memenuhi tugas individu mata kuliah 'Sistem Informasi Manajemen' yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi saya pribadi khususnya dan kita semua. Aamin...Dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telat ikut berkontribusi pada observasi kami ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dari segi susunan kalimat, pemilihan kata ataupun isi materi. Maka dari itu dengan tangan terbuka serta kerendahan hati kami menerima saran dan kritik dari para pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
BAB 2
PENDAHULUAN
A. Latar belakang COVID-19
Latar belakang virus Corona atau COVID-19, kasusnya dimulai dengan pneumonia atau radang paru-paru misterius pada Desember 2019. Kasus ini diduga berkaitan dengan pasar hewan Huanan di Wuhan yang menjual berbagai jenis daging binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi, misal ular, kelelawar, dan berbagai jenis tikus.
Sebelum COVID-19 mewabah, dunia sempat heboh dengan SARS dan MERS, yang juga berkaitan dengan virus Corona. Dengan latar belakang tersebut, virus Corona bukan kali ini saja membuat warga dunia panik. Memiliki gejala yang sama-sama mirip flu, virus Corona berkembang cepat hingga mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal organ. Penularan sangat cepat hingga Organisasi Kesehatan Dunia WHO menetapkan pandemi virus Corona atau COVID-19 pada (11/3/2020). Pandemi atau epidemi global mengindikasikan infeksi COVID-19.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaiamana cara Pencegahan Covid19 ?
2. Bagaimana proses penyebaran covid19 ?
3. Gejala dan solusi apa yang dilakukan jika positif covid19 dikaitkan dengan SIM.
4. Bagaimana kebijakan pemerintah tentang covid19 berkaitan dengan PENDIDIKAN?
5. Bagaimana efektivitas pendidikan jarak jauh (daring) bagi siswa SD, SMP, SMA, sampai perkuliahan.
6. Bagaimana mensiasati kebutuhan kuota, wifi yang meningkat untuk mengakses pembelajaran dll.?
7. Apa yang dilakukan oleh pemerintah atau badan swasta untuk memberikan solusi.
C. Tujuan
1. Mengetahui Bagaiamana cara Pencegahan Covid19 ?
2. Mengetahui bagaimana proses penyebaran covid19 ?
3. Mengetahui Gejala dan solusi apa yang dilakukan jika positif covid19 dikaitkan dengan SIM.
4. Bagaimana kebijakan pemerintah tentang covid19 berkaitan dengan PENDIDIKAN?
5. Mengetahui bgaimana efektivitas pendidikan jarak jauh (daring)
6.Mengetahui bagaimana mensiasati kebutuhan kuota, wifi yang meningkat untuk mengakses pembelajaran dll.?
7. Mengetahui Apa yang dilakukan oleh pemerintah atau badann swasta untuk memberikan solusi?
BAB 3
PEMBAHASAN
A.pengertian pandemi corona (covid19)
Pada 11 Maret 2020 lalu, World Health Organization (WHO) sudah mengumumkan status pandemi global untuk penyakit virus corona 2019 atau yang juga disebut corona virus disease 2019 (COVID-19). Apa artinya? Dalam istilah kesehatan, pandemi berarti terjadinya wabah suatu penyakit yang menyerang banyak korban, serempak di berbagai negara. Sementara dalam kasus COVID-19, badan kesehatan dunia WHO menetapkan penyakit ini sebagai pandemi karena seluruh warga dunia berpotensi terkena infeksi
B. Cara pencegahan covid19
Di dunia pendidikan. Guna melakukan pencegahan terhadap tertularnya virus tersebut di antaranya dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), di masyarakatpun Perlu adanya social distancing dan lockdown setiap daerah. Wabah virus corona menjadi penyadaran kepada masyarakat, bahwa PHBS tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari dan perlu terus dikampanyekan kepada khalayak luas. Kesadaran masyarakat ini tidak saja akan mencegah covid 2019.
Ada 7 upaya pencegahannya yaitu :
1. Rutin mencuci tangan
2. Hindari kontak dekat
3. Tetap di rumah jika Anda sakit
4. Tutupi batuk dan bersin
5. Kenakan masker wajah
6. Bersihkan dan disinfeksi
7. Lakukan physical distancing
Physical distancing merupakan tindakan menjaga jarak fisik antar individu.
Kemudian, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan setelah bepergian dan pulang ke rumah.
Mulai dari melepas alas kaki, menghancurkan masker sekali pakai hingga mandi.
Langkah tersebut, perlu dibiasakan untuk menghindari kuman dan mencegah penularan virus corona.
C. Proses Penyebaran covid19
Menurut WHO, COVID-19 menular dari orang ke orang. Caranya dari orang yang terinfeksi virus corona ke orang yang sehat. Penyakit menyebar melalui tetesan kecil yang keluar dari hidung atau mulut ketika mereka yang terinfeksi virus bersin atau batuk.
Tetesan itu kemudian mendarat di benda atau permukaan yang disentuh dan orang sehat. Lalu orang sehat ini menyentuh mata, hidung atau mulut mereka. Virus corona juga bisa menyebar ketika tetesan kecil itu dihirup oleh orang sehat ketika berdekatan dengan yang terinfeksi corona.
D. Gejala dan solusi yang dilakukan jika positif corona
➡ gejala-gejala terinfeksi virus corona:
1. demam
2.merasa kelelahan
3.batuk kering
4. sesak napas
5. sakit dan nyeri
6. sakit tenggorokan
dan sangat sedikit orang akan melaporkan diare, mual atau pilek.
➡ Solusi yang dilakukan pemerintah terhadap covid19
Pertama, penyusunan protokol penanganan kasus virus corona dari orang dalam pemantauan (ODP) hingga sehat kembali. Kemudian langkah kedua membentuk protokol penanganan orang-orang yang masuk dari luar negeri di beberapa pintu perbatasan. Terkait hal ini, lanjut Moeldoko, Presiden menekankan ada sebanyak 135 pintu masuk di wilayah perbatasan. Ketiga, menyusun protokol komunikasi oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Terakhir, pembentukan protokol pendidikan, baik itu dilakukan oleh Kementerian Agama atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
ANALISIS SWOT PANDEMI COVID19 DI INDONESIA YG BERKAITAN DENGAN SIM
1. Kebijakan pemerintah tentang covid19 yang berkaitan dengan pendidikan
A.strength (kekuatan)
✔ pembelajaran secara during dan online. Dapat mengakses aplikasi Ruang guru, classroom, zoom meeting online, wa group, edmodo, zenius, quipper cakap dan kipin shcool.
B.weakness (kelemahan)
✔meniadakan Ujian Nasional (UN) untuk tahun 2020 yang sebelumnya sudah ada kesepakatan UN dihapus mulai tahun 2021,
✔kurangnya efektivitas pendidikan jarak jauh (daring) bagi setiap jenjang pendidikan dimulai dari SD hingga perkuliahan.
✔Pendampingan orang tua dirumah terhadap belajar anak tidak maksimal.
C. Oppurtunity (peluang)
✔ Adanya peranan orang tua dalam mendampingi anaknya belajar dirumah, terutama bagi anak dijenjang paud,Tk, dan SD yang mana membutuhkan pendidikan pertama dari seorang ibu.
D.Threats (ancaman)
✔ Siswa yang tidak memiliki Hp, atau ditempat yang susah signal maka akan menjadi kendala ketika belajar online.
✔ Pemakaian data/kuota yang bertambah dan cepat boros.
✔ Penyalahgunaan teknologi.
✔ Munculnya kejenuhan dan ketidakefektifan belajar, bagi siswa yang malas justru akan semakin malas.
2. Efektivitas pendidikan jarak jauh (during)
A. Strenght (kekutan)
✔ Mudah diakses dan digunakan
B.weakness (kelemahan)
✔ Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial.
✔ Proses belajar dan mengajarnya cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.
✔ Berubahnya peran guru dan yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
✔ Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal
✔Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
✔Kurangnya interaksi antara guru dan siswa bahkan antar-siswa itu sendiri.
C.opportunities (peluang)
✔ Guru dan murid menggunakan sistem digitalisasi, maka akan semakin terciptanya pembelajaran yang lebih meluas dan serba digital.
D.Threats (ancaman)
✔ ketitaktersediaannya hardware dan software di dua sisi, yakni guru dan siswa.
✔ketidaktersediaannya jaringan internet yang stabil.
✔ kurang, kesiapan guru dan siswa untuk menggunakan hardware dan software.
✔ketidaktersediaan materi yang sudah didigitalisasi.
3. Bagaimana mensiasati kebutuhan kuota, wifi yang meningkat untuk mengakses pembelajaran dan yang lainnya
Untuk mendukung kegiatan belajar di rumah, telkomsel dan Indosat Ooredoo ikut berkontribusi dalam hal pemerataan pendidikan melalui brand nya. Bentuk dukungan yang diberikan dengan memberikan akses internet gratis, untuk proses pembelajaran jarak jauh ke beberapa platform pembelajaran digital terkemuka di Asia Tenggara diantaranya Ruangguru, Quipper, Sekolahmu.com, dan Rumah Belajar. Indosat Ooredo memberikan kuota gratis 30 GB kepada para pengguna IM3 Ooredoo. Kuota gratis 30GB bisa diperoleh melalui aplikasi myIM3 atau *123*369# dan berlaku selama 30 hari sejak diaktifkan. Kuota internet gratis ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengakses ke lebih dari 60 platform e-Learning dan situs resmi dari sejumlah universitas di Indonesia. Dengan demikian, mahasiswa dan dosen tetap dapat melanjutkan proses perkuliahan selama krisis Covid-19 berlangsung, tanpa menghabiskan kuota internet.
Selain indosat,
Telkomsel pun gratis ka kuota hingga 39 GB untuk mengakses ruang guru dengan cara :
Unduh aplikasi MyTelkomsel di Play Store atau App Store.
Pada aplikasi MyTelkomsel, login menggunakan nomor Telkomsel yang aktif.
Pilih menu “Bebas Akses Ruangguru 30GB” atau “Bebas Akses Ilmupedia 30GB”
Pilih “Beli”
A.strenght (kekuatan)
✔ Belajar dari rumah mendapatkan fasilitas dari indosat 30 GB dalam satu bln untuk mengakses lebih dari 60 platform e-learning.
B.weakness (kelemahan)
✔ kendala signal bagi yang tinggal didaerah rendah signal
C. Opportunity (Peluang)
✔ Adanya pemerataan fasilitas kuota untuk mengakses pembelajaran.
D.thraets (Ancaman)
✔ Adanya pencurian pada paket data gratis.
BAB 4
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan adanya pandemi covid19 ini dalam dunia pendidikan tak sedikit pula dari masyarakat yang belum terbiasa untuk melakukan segala bentuk aktivitas di rumah. Padahal, dengan melakukan aktivitas di dalam rumah dapat menjadikan keuangan kian positif. Pembatasan yang diberlakukan oleh lembaga pemerintah telah berdampak kepada rutinitas harian bagi jutaan orang, termasuk siswa di Indonesia, kegiatan belajar menjadi kurang efektif.
B. Saran
Yang Perlu Diperhatikan Strategi belajar di rumah untuk efektivitas pembelajaran, perlu ada yang dipersiapkan sekolah dan guru guru. Guru harus proaktif dan kreatif agar bisa menggelar kegiatan belajar-mengajar sama efektifnya dengan tatap muka.
Strateginya harus dipetakan oleh bapak dan ibu guru. Maka itulah yang kemudian diserahkan dalam bentuk soal saja, dari hasil pengamatan itu artinya untuk mengejar target kurikulum. Ini adalah home learning yang selama ini ada di dalam kelas reguler karena kondisi darurat,
C. Solusi dari saya pribadi
Selain guru, orangtua pun harus ikut memantau si anak belajar di rumah."Belajar di rumah itu bukan libur, bukan berarti enggak ada aktivitas literasi. Ini yang perlu dipahami. Tetap belajar dengan target yang sudah ada di kurikulum," terang dia.
Tantangan lebih besar akan muncul jika kebijakan ini diterapkan di daerah dengan infrastruktur internet dan teknologi yang kurang memadai seperti di desa-desa.
"Sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas pembelajaran online ini akan mengalami kesulitan dalam mengejar ketertinggalan materi pembelajaran,
Hal serupa berlaku bagi peserta didik yang kurang memiliki akses terhadap teknologi dan internet. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah memberikan pekerjaan rumah banyak kepada peserta didik, meskipun metode ini tidak semaksimal online learning, dan disetor saat kelas tatap muka kembali digelar.
Selain itu, masalah lain yang perlu diperhatikan adalah, "para siswa juga akan mengalami kesulitan untuk melakukan konsultasi dengan guru terutama untuk pelajaran yang dianggap membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih mendalam, misalnya matematika.
Terima kasih, sudah membaca 😊
Semoga bermanfaat..
Mari...mencegah corona dari diri sendiri dan untuk yang kita sayang😊👨👩👧👧
Wassalamu'alaikum warahmatullah..









Memang berbentuk makalah ehehe😁
BalasHapusIsi, informasi, dan gambar sudah menarik dan mudah di mengerti, tapi masih ada kesalahan kata dan tanda baca 😁
BalasHapusIsinya menarik dan sangat bermanfaat sekali😊
BalasHapusTerima kasih teh riska cantik😊
Hapus